Selasa, 17 Desember 2013

Rabu Fight!!!

Pulang kuliah TARAAA. Seneng sih awalnya? soalnya bisa nusuk 3 bakso 2 kasar 1 halus di samping langganan Juz Semangka, ditambah sampai depan kos nusuk lagi 4 telur puyuh dan 1 bakso dari SPADA!!! Ditambah segelas cappucino cincau si mbak yang ramah, LENGKAP!!! mirip kayak anak SD senengnya, tiba-tiba masuk kamar inget SOSIOLINGUISTIK, inget kalau besok harus ke Surabaya nglengkapi data setelah kuis Dasar-dasar penelitian. Berarti malam harus ngebut, besok pagi konsultasi, belum persiapan ke surabaya, campur aduk gak karuan, target one day one juz belum selesai. PECAH BINGUNG!!! Gak takut ngulang sih, cuma takut aja dibilang gak optimal sama bapak ibuk. Buru-buru telepon ibuk, denger suaranya ibuk hati langsung dingin, mencair... APAPUN KERJAKAN SEBISAMU!! Siap-siap Lembur: Menyelesaikan transkrip data - dipilih mana data primernya - sambil nyelesein sambil belajar kuis dasar-dasar penelitian - Packing buat ke ITS - Tahajudnya jangan lupa :) RABU DISONGSONG, RABU CERIA :)

Senin, 16 Desember 2013

Sosiolinguistik Oh Sosiolinguistik...


Desember ini ditutup dengan mengUTAMAkan kamu dari pada yang lain. Istirahat dari kompetisi-kompetisi karya tulis, mengurangi aktivitas pada organisasi, menjadi perempuan yang CUKUP TANGGUH untuk pelan-pelan melepaskan Merah Jambu Syndrome :) Karena KAMU saya tahu bagaimana seharusnya SAYA FOKUS untuk memperdalam bidang keilmuan saya. Kenapa? Karena satu setengah tahun dari hari ini Saya harus berjuang menjadi seorang Pendidik yang dalam ilmunya, besar pengabdiannya, seorang peneliti yang berguna bagi BAHASA PEMERSATU bangsanya, dan Bertanggungjawab atas semua yang saya dapatkan di hadapan Allah, Agama, Masyarakat dan wilayah tinggal saya :) Terima kasih Sosiolinguistik, terima kasih bapak Wahyu Widodo :) FIGHT!

Di Sela Kuliah Menggambar Instrumen :)

Lalu...tiba-tiba saya merasa asing berhadapan dengan kamu. Serasa spasi-spasi yang saya tulis di buku harian saya tepat tidak meleset. KAMU, dengan cara apapun kamu ingin dipikirkan, dikuatkan oleh saya, coba ingat-ingat kembali bagaimana lepasnya cara tersenyum kita. Saya bilang SENYUM kita, bukan senyum sembunyi-sembunyi antara Malang dan Surabaya. Life is simple saya pikir benar, TIDAK INGIN MUDAH merasa hambar... Semoga :)