Tampilkan postingan dengan label Sisi Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sisi Lain. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Agustus 2012

Di Balik Buku Lingkaran Kabut Korrie Layun Rampan


Kemarin saya datang ke perpustakaan Kota Malang bersama adik kelas saya saat SMP. Saat ini ia menjadi adik tingkat saya di Universitas Brawijaya. Kami sering berkomunikasi walaupun kami berbeda fakultas. Mungkin karena akhir-akhir ini ia sering bersama saya selama di Malang. Ia bernama Beti.

Lanjut bercerita, ini adalah kali pertama saya kembali ingin melanjutkan kebiasaan yang menyenangkan, yakni menghabiskan waktu di perpustakaan. Biasanya kegiatan tersebut lebih menyenangkan ketika saya berangkat dan pulang dengan mengayuh sepeda kesayangan saya. Namun kali ini berbeda, saya membonceng adik tingkat saya dengan sepeda motor.

Saya mulai memanjakan mata saya dengan deretan buku biografi tokoh-tokoh ilmu sosial. Masih saya ingat saat itu saya ingin sekali meminjam buku biografi dari presiden pertama NKRI bapak Soekarno. Entah mengapa tiba-tiba saya ingin membaca buku-buku yang mengulas tentang beliau. Mungkin hal tersebut dikarenakan saya pernah menjadi oderator seminar, dan pembicara tersebut memberikan kata-kata penutupan yang bersumber dari salah satu tulisan bapak Soekarno. 

Namun keinginan tersebut tiba-tiba saya urungkan. Saya langsung berlanjut menjajaki deretan buku fiksi. Tidak berlama-lama saya langsung menuju ke deretan sastra lama. Saya begitu menyukai karya-karya fiksi seperti, roman, novel, dan sejenisnya yang ditulis oleh para sastrawan luar biasa seperti Pramoedya Ananta Toer, NH Dini, Muchtar Lubis, Korrie Layun Rampan, dan lain-lain. Tiba-tiba pandangan saya tertuju pada novel Korrie Layun Rampan yang berjudul Lingkaran Kabut. Sekilas terlihat buku terbitan lama, koleksi terbatas, dan tiba-tiba memmunculkan suatu tanda tanya dalam diri saya. Tidak berlama-lama saya langsung membaca sinopsis yang ada di belakang sampul. ‘Menarik’, satu kata yang mewakili perasaan saya saat itu.
Singkat cerita, novel tersebut dapat saya bawa pulang dan akhirnya saya baca. Tidak saya sangka, karya tersebut menceritakan tentang suatu hal yang begitu kompleks, seakan-akan mengajak saya untuk menyelami lebih dalam mengenai suatu hal yang akhir-akhir ini sedang saya rasakan. Karya Korrie tersebut juga memberikan wawasan yang luar biasa tentang suatu hal yang cukup saya butuhkan akhir-akhir ini. 

Berkaitan dengan Kota Buaya, pikiran saya pun mulai mengajak untuk menyangkut pautkan dengan segala hal yang sedang saya alami. Tidak jauh-jauh, lagi-lagi tentang dia. Dia yang akhir-akhir ini begitu merajai topik dalam setiap tulisan saya. Dia yang akhir-akhir ini banyak mengusik tentang pikiran dan perasaan saya, bahkan membajak saya dengan setiap hal yang pernah ia tunjukkan kepada saya. 

Cerita apakah sebenarnya yang terdapat dalam Lingkaran Kabut tersebut? Masih rahasia, saya sedang proses penyelesaian membaca novel tersebut. Namun tidak dapat dipungkiri cerita yang disuguhkan memang sangat menarik. 

Saya menemukan percakapan menarik dalam buku Korrie tersebut. Percakapan antara ayah Risda dan Risda (tokoh utama). Percakapan tersebut benar-benar membuat saya semakin terbuka dalam berpikir.

Berikut penggalan percakapan tersebut:
“Kamu menyukai Rusdi, Rida?” Ayah berkata di suatu senja.
“Mengapa Ayah bertanya Risda menyukai?”
“Kalau menyukai, Risda harus memelihara rasa suka. Jangan seperti memukat. Pemuda punya hati, bukan seperti ikan yang tak berdaya di dalam jalan.”
“Risda tidak menjala, Ayah”
Bergaul dan banyak kawan tak jadi persoalan. Tetapi memilih pemuda untuk berdekatan, jangan sembaran.”
“Jadi kalau Risda menyukai Rusdi?”
Kalau menyukai lebih dari kawan biasa, memeliharanya harus istimewa.”

Membaca percakapan tersebut, tiba-tiba saya tersenyum, saya terdiam dan berpikir, lalu saya menutup novel tersebut. Saya putuskan untuk menganalisis suatu hal yang sedang saya rasakan. Apakah itu? Entahlah, saya masih suka menjadi rahasia.

Malang, Dua Puluh Enam Agustus Dua Ribu Dua Belas.
Hari pertama tanpa apa kabar darimu.

Jumat, 17 Agustus 2012

Kakak, Aku Sudah Mengikuti Upacara Bendera

"Kakak, aku sudah mengikuti upacara bendera". Kalimat pertama yang ingin aku sampaikan padamu hari ini. Pagi tadi aku mengikuti upacara bendera yang paling mengesankan. Mengapa? pasti kata itu yang  pertama ingin kamu tanyakan. Karena  tadi aku menjadi spy agent saat mengikuti upacara bendera. Kok bisa? Begini ceritanya.


Ini pertama kali dalam hidupku.Di mulai dari malam hari, Kamis Enam Belas Agustus Dua Ribu Dua Belas, aku harus mencari kostum yang sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh dosen di sekolah tinggi salah satu saudaraku. Kostum yang harus dikenakan adalah rok hitam, jilbab putih dan almamater. Mengapa aku harus memulai pencarian itu? karena aku tidak mempersiapkannya selama aku di Malang. Aku pikir aku masih bisa mengikuti upacara bersama Bapak di kantor mengingat Ibu memiliki salah satu kostum yang sama dengan Bapak, namun alangkah terkejutnya aku karena kostum yan harus dikenakan adalah kostum terbaru yang ada di kantor Bapak, dan ironisnya Ibukku belum memiliki kostum tersebut. 

Alhasil perburuan kostum upacara untuk hari ini harus segera di mulai. Melewati jalan terjal, penerangan minim aku menuju rumah teman saudaraku untuk meminjam semua keperluan yang dibutuhkan, tepatnya satu stel (almamater, rok hitam, dan jilbab putih). Setelah keperluan usai aku pulang dengan riang, aku berpikir bahwa esok aku bisa mengikuti upacara bendera Tujuh Belas aGUSTUS dUA ribu Dua Belas, upacara HUT Republik Indonesia yang ke Enam Puluh Tujuh. 

Pagi hari pun tiba, aku begitu bersemangat untuk mengikuti upacara di Lapangan kecamatan bersama dengan saudaraku. Hingga tiba pada pemakaian kostum, tak terduga walhasil rok kecingkrangan (jadi model delapan puluhan), benar-benar mirip manusia delapan puluhan. Tapi bagaimanapun, itu tidak menyurutkan semangatku untuk mengikuti upacara pagi ini. Semua terpakai rapi, dan ini fase paling menegangkan, harus pergi ke lapangan kecamatan yang dimaksud dengan jarak kurang lebih dua puluh kilo meter. Waawww, pagi buta, harus naik sepeda motor, membonceng saudara, lewat jalan raya yang pas mudik pasti sangat ramai karena merupakan jalan menuju kota Yogyakarta dan sekitarnya, benar-benar sesuatu yang menegangkan.

Niat semangat, pasti sampai tujuan. Itulah yang aku percaya pra mengikuti upacara bendera. Akhirnya, sampailah aku di tempat tujuan. Melewati berbagi cerita tibalah pada rangkaian detik-detik poklamasi. Begitu tegang karena suara sirine yang sesuatu. Tahap demi tahap terlewati, semua begitu menyenangkan. 

Ini upacara bendera pertamaku saat aku menjadi MAHAsiswa. Ini upacara bendera yang menyenangkan. Bukan karena kamu yang memprakarsai, lebih dari itu. Upacara ini memang penuh makna perjuangan. Mulai memperjuangan kepercayaanmu kepadaku hingga perjuangan untuk melakukannya. Terima kasih lagi-lagi kamu mengajariku untuk hal sesederhana ini.

Tujuh Belas Agustus Dua Ribu Dua Belas
Dirgahayu Republik Indonesiaku yang ke Enam Puluh Tujuh

Tujuh Belas Agutus Dua Ribu Dua Belas
Terima kasih untukmu yang sedang melakukan perjalanan kilometer Tiga Ratus Dua Puluh


Ini upacara bendera pertama kita.


NB: Coretan pasca mengikuti upacara di kota kelahiran tercinta.

Selasa, 07 Agustus 2012

Catatan Semester Dua

Lama banget ndak mosting apa-apa di blog ini. Akhirnya saya comeback lagi ini, heheeee...

Awal tulisan saya ingin bagi-bagi semangat buat teman-teman yang masih setia membaca tulisan saya.
SEMANGAT PAGI Sahabat:)
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1433 H dan selamat berKRS ria dan semoga menjadi lebih baik lagi, lebih baik lagi lagi, dan bermanfaat. (Hwaaaaaaaaaa, ndak nyambung ya).

Kali ini saya sedang bersemangat membicarakan tentang 'SPIRIT and LOVE', kenapa temanya demikian? pasti pada bertanya-tanya ni yeee, mungkin saya sedang merasakan,  mungkin sedang saya alami, atau mungkin saya sedang membaca buku-buku terkait tema di atas? Jawabannya 'maybe based my story', maybe yes or maybe no:)

Semester dua terlewati sudah, alhamdulillah hasil belajar a.s IPK sudah keluar ni teman-teman, alhamdulillah hasilnya 'STILL CUMLAUDE' masih di atas tiga koma delapan. Seneng banget rasanya, mengapa? karena saya pikir hal tersebut tidaklah mungkin mengingat kesibukan saya di BEM, HIMA, RKIM, Mata Pena, SRIKANDI, dan baru-baru ini mendapat amanah di Brawijaya Mengajar, Save Street Child Kota Malang, serta beberapa kesibukan yang lain. Alhamdulillah jika kehadiran saya masih memberi manfaat. Bahagianya:)

Banyak hal yang saya alami, saya dapatkan, saya rasakan di semester berkepala dua ini. Salah satunya adalah tentang Maybe Love Maybe Like Maybe Respect or Maybe all:). Kok? Apalagi kalau bukan karena sesosok dia, benar dia (laki-laki). Dia yang selama satu semester ini merupakan sosok terdekat (mendekati) saya, GR yaaaa:) Inisialnya apa ya? (baca tulisan-tulisan saya makanya, pasti tahu). Lalu apa hubungannya Spirit and Love. Taraaaaaaaa, ini dia hubungannya.

Salah satu metode yang pernah saya baca tentang C.I.N.T.A adalah (Cinta dapat membuat seseorang menjadi lebih baik dalam segala, ini sesuai dengan Metode Gypsi). Benar sekali metode ini, karena sekarang saya sedang merasakannya. Perasaan kecondongan kepada lawan jenis memang membuat seseorang terkadang lupa akan kewajiban-kewajibannya, namun hal ini justru tidak saya alami. Saya merasa semakin semangat untuk memperbaiki diri, mulai dari review kedekatan dengan Tuhan, kuliah, organisasi, kepribadian, dan bagaimana cara menjadi gadis yang selalu semangat, selalu optimis, dan selalu melakukan yang terbaik. Hal tersebut benar-benar saya rasakan progressnya. Saya mulai enggan untuk mengahbiskan waktu saya dengan senggang berkepanjangan, saya mulai membiasakan lebih tanggung jawab dan mulai memahami karakter rekan-rekan kerja saya, saya mulai membagi waktu untuk lebih berbakti kepada orang tua (menyempatkan diri pulang untuk berkumpul, membantu orang tua), dan banyak yang lain. Lalu bagaimana waktu saya untuk dia?

Ini pertanyaan yang menarik. Bagi saya dia bukanlah pertumpuan yang harus selalu menghabiskan waktu dengan saya, kami memiliki kesibukan masing-masing karena kita memiliki masa depan (impian) yang berbeda, jelas mewujudkannya dengan cara yang berbeda bukan? Itulah yang saya tangkap dengan keadaan kita satu semester ini. Untuk semua yang sudah saya dan dia jalani semuanya terangkum dalam rangkain kalimat di bawah ini.

'Entah apa ini namanya, yang jelas saya semakin semangat, memang benar semangat datang dari diri saya sendiri, tapi anda salah satu pendorongnya. Untuk semua ini, saya akan memberikan yang terbaik, untuk saya, keluarga saya, dan semua orang yang ada di sekitar saya, termasuk anda. Semester dua adalah kuadrat dua kali lipat pembelajaran yang saya dapatkan'.

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman saya seperjuangan, sejurusan, seangkatan, mereka tempat saya belajar. Untuk Nita Ayu (kamu tetap paling manis satu angkatan), Apriyani (kamu tetap paling mengerti saya), Indah Yulyani dan Ika Mazkia (kalian tetap paling sabar menghadapi saya), dan teman-teman RP.Fida', Wiwik, Ika Kharizma, Rizal Arifin, Renda Yuri, Inna Briliantika, Moh Fajri, M.Guntur Kurniawan, Fatah, dan teman-teman Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Brawijaya 2011 (kalian selalu membuat saya tersenyum dan memberi keteduhan). Semoga kita bersama sukses sampai akhir perjalanan. Amin...

Semester dua...
Ada saya dan anda yang sibuk membuat cerita.
Semester dua...
Ada saya dan anda yang sibuk berusaha.
Berusaha lebih baik, lebih bermanfaat, lebih semangat untuk semester tiga.
Selamat Datang Semester Tigaaa:)

With all my heart, i try always do my best in everything i'm doing.

#catatan campur-campur ya:)

Malang, hari selasa tujuh agustus dua ribu dua belas. (pertemuan pertama bersama teman-teman pasca liburan).

Jumat, 04 Mei 2012

Cap Cip Cus Part II

Semoga menjadi hari terakhir di Kota Malang. Esok harus pulang pokoknya, tidak peduli ada acara apa di kota ini, rindu kampung halaman benar-benar menyiksa saya beberapa hari ini. Bagaimana tidak? Pikiran saya dipenuhi kerinduan, kerinduan masakan ibu, kebersamaan dengan keluarga, dan suasana kampung tercinta.


Parahnya lagi hari ini saya belum menemukan formula yang pas untuk menghilangkan kepenatan. Entah apa itu namanya, terkadang memang benar-benar menjatuhkan, serasa akan jatuh dari kolong langit. Saya sudah berusaha untuk tidak tinggal diam, saya berusaha untuk selalu cerita kepada Tuhan bahwa akhir-akhir ini saya seperti manusia kehilangan arah, terombang-ambing padahal berat badan saya sudah bertambah. Ada apa ini? Benar-benar mood tidak terjaga:)

Namun terimakasih saya ucapkan pada:
1. Allah SWT yang selalu menjadi cahaya bagi kehidupan saya yang masih labil ini.
2. Keluarga kecil saya yang selalu setia menemani saya dalam keadaan bagaimanapun itu.
3. Teman sekamar saya yang mungkin jenuh mendengar segala keluhan-keluhan saya minggu ini, terimakasih atas kesabarannya.
4. Dosen pembimbing akademik saya yang sudah menjadi orang tua kedua dalam hidup saya saat ini, tempat berkonsultasi dengan segudang permasalahan akademik.
5. Teman-teman pendidikan bahasa dan sastra Indonesia Universitas Brawijaya yang tidak mungkin saya sebutkan satu-persatu. Terimakasih sudah memberikan warna-warni dalam kehidupan saya.
6. Kakak Asisten Sekretaris Kabinet BEM ITS yang kemarin-kemarin sudah baik sekali kepada saya, seseorang yang tidak jarang membuat saya was-was, dan seseorang yang mungkin paling tidak saya mengerti, maaf atas setiap tindakan ketidakpekaan saya.
7. Kakak Ketua Laboratorium Politik dan Tata Pemerintahan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya yang kemarin baru selesai Exchange ke Thailand, terimakasih telah mengembalikan semangat saya untuk kembali mempersiapkan diri agar saya bisa exchange seperti anda. Perkenalan dengan anda banyak memberikan saya pelajaran.
8. Dosen-dosen saya, bu nia, bu prima, bu putri, bu jamila, pak dani, pak didin, pak wahyu, pak nanang, terimakasih banyak saya ucapkan kepada mereka.
9. Untuk semua orang yang sudah amat baik kepada saya. Arief Rahman Teknik Perkapalan ITS, Wilujeng Fitri Teknik Fisika ITS, Tri Rahma Dina Sastra Inggris UIN Malang, Ma'rifatul Ulfa, dan kalian yang membuat hidup saya ini terasa ada. Terimakasih:)

Seberat apapun hidup ini, percaya Tuhan telah mempersiapkan rencana yang paling indah untuk kita. 
Bekerja keras dalam berusaha dan berdoa, itu jalan berbeda yang dilakukan sedikit orang untuk menemui kesuksesannya.
Percaya, Tuhan bersama kita:)

Kamis, 03 Mei 2012

Cap Cip Cus

Cap cip cus:)

Terimakasih kepada Allah SWT yang selama ini selalu menjadi cahaya dalam setiap hal yang saya lakukan. NikmatNya tiada henti tercurah setiap saat, memberi IP 4,00 pada semester 1, memberi anugerah sehingga menjadi juara 1 MTQ Universitas Brawijaya Cabang Debat Kandungan Al-Qur'an Bahasa Indonesia, mengabulkan mimpi-mimpi saya untuk duduk di jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan, Riset dan Karya Ilmiah, Mata Pena, dan yang terhebat adalah memberi saya keluarga yang begitu istimewa.

Tentang hal-hal yang mengusik saya akhir-akhir ini.
Beberapa hari ini merupakan hari yang cukup berat untuk saya hadapi, mengapa demikian? Kuliah saya sepertinya berantakan, pola belajar yang tidak jelas (walaupun memang tidak pernah jelas), mengikuti beberapa event perlombaan yang jujur menguras segala daya upaya, deadline-deadline yang subhanallah dahsyatnya. Ampunnnn!!! Satu kata itu yang mampu saya ucapkan hari ini.

Konkretnya 2 hari belakangan ini, saat kemarin saya terlambat lebih dari 20 menit saat matakuliah pengantar pendidikan, kemudian hari ini saya terlambat lebih dari 20 menit untuk matakuliah filsafat dan ilmu logika, dan bahasa cina. Parahnya saya terlambat mengumpulkan tugas yang seharusnya dikumpulkan pada hari Selasa, dan hari Kamis. Sampai sore ini pun, saya belum mengumpulkan tugas matakuliah apresiasi prosa dan esai untuk duta bahasa. Separah inikah saya?

Stand Up!!!
You must go on pip:)

Ketika perbaaikan harus segera dijalani, mendekat lebih kepada Tuhan, bertindak tidak hanya berkata, selalu ingat keluarga di saat hampir mulai menyerah dan berleha-leha di asrama, bukankah penyesalan tidak ada yang hadir di awal cerita?

#Seberat apapun cobalah bertanggung jawab atas setiap tindakan dan konsisten atas setiap keputusan:)

Bismillah!!!

Minggu, 08 April 2012

Curahan Pra UTS

Hore!!!
UTS telah tiba:)
Besok saya UTS (Ujian Tengah Semester). UTS ke-2 setelah saya menjadi mahasiswa di Brawijaya ini. Setelah kemarin sempat sumpek banget dengan tugas-tugas bejibun dan amanah bejubel.
Alhamdulillah Tuhan masih memberi saya rasa semangat dan optimisme tinggi apalagi setelah saya tersenyum:)
Rasanya legaa...banget.
UTS pertama adalah English Language,,, hiaaaa.... Ini adalah bahasa yang harus saya dalami pertama kali setelah bahasa ibu yakni bahasa Indonesia. Semoga UTS besok bisa berjalan lancar dan sukses. UTS besok adalah mengerjakan analisis:)
Yeeee yeee pokoknya semangat deh:)

Cieee...Tadi dia menelpon saya:)hihiiiii
Iya siapa lagi kalau bukan si kakak melon bawel:)
Nggak nyangka sama sekali. Hampir 2 hari nggak ada kabar, akhirnya dia menghubungi saya terlebih dahulu. Maklum, bukannya gimana-gimana nih, memang saya canggung untuk menghubungi dia terlebih dahulu. Kesannya takut mengganggu aktivitasnya si dia. Hohoooo:)
#baca proses memahami karakter orang lain:)

Semuanya ini indah jika kita selalu bersyukur dan menikmati kehidupan ini. Susah disyukuri, senang ya harus saling berbagi. Jangan lupa tersenyum dan berusaha menjadi makhlukNya yang lebih baik. Baik untuk diri sendiri dan baik juga buat orang lain.
Tidak ada yang tidak mungkin. 
Selama kita masih memiliki Tuhan dalam kehidupan ini.
Berusaha dan berdoa selaraskan.

Semangat sahabat!!!

Jumat, 06 April 2012

But that's all just a hope

Hari ini begitu berbeda dengan hari biasanya. Iya...karena dia mungkin. Dia yang akhir-akhir ini terkesan kurang memahami saya, dan terkesan menuntut saya (walau masih dalam lingkup wajar). Tepatnya tiga hari berlalu, saya pikir akan ada perubahan dalam perasaan ini. Namun ternyata tidak. Saya mencoba memahami, mencoba memaafkan, dan mencoba menerima, dan akhirnya tindakan akhir adalah menenangkan diri saya. Namun lagi-lagi tidak semudah itu. Tidak semudah saya diam dan menunggu agar dia mengerti. Tapi ini masih belum seberapa. Saya percaya ketika proses ini dapat saya jalani dengan baik, Tuhan pasti akan memberikan hasil yang baik. Kata-kata itu yang selalu saya ingat setiap saya ingin mengatakan bahwa saya 'merasakan ini lo, saya seperti ini lo, saya ingin anda mengerti'. But that's all a hope!!! Memang terkadang Tuhan memberi saya jalan lain dalam menerjemahkan sebuah arti kehidupan.

3 hari ini sebenarnya saya ingin mengatakan kata-kata ini:
1. Jangan pulang terlalu malan ya!
2. Dijaga kesehatannya ya!
Dan, kata-kata ini, 
'... tahu ndak?'

Lalu anda menjawab:
1. Iya...
2. Kamu itu lo yang seharusnya dijaga kesehatannya. Wong kamu di Malang sendirian.
3. Ndak.hahaaa

Dan cerita-cerita seterusnya.

Namun, walaupun begitu. Saya ingin mengatakan di sini:
'Jaga diri baik-baik ya kakak melon bawel'

(promise yourself to be strong that nothing can disturb your peace of mind.Look at the sunny side of everything and make your optimism come true. Work only for the best, and expect only the best.)

Jumat, 06 Januari 2012

Ketika di Brawijaya

Selamat pagi kota beta yang indah:)

Terimakasih telah memberi beta berbagai cerita yang indah:)

Pagi ini saya merasakan rindu yang luar biasa, iya, benar sekali rindu dengan keluarga saya di desa. Rindu dengan segala kearifan lokal yang luar biasa dan belum saya temukan di kota ini. Saya rindu masakan tumis kangkung ibuk saya yang super yummy:), rindu suasana rumah yang super rame, rindu es lilin yang super mantap, rindu melihat banyak anak kecil lewat depan rumah saya dengan seragam sd, dan rindu semuanya:)

Akhir akhir ini saya merasakan sesuatu yang beda dalam kehidupan saya, saya merasa lebih bersemangat melakukan segala aktivitas, coba tebak karena apa? Bukan!!! Jawaban itu salah besar, bukan karena saya memiliki seseorang yang biasa disebut "pacar" oleh teman teman saya, lebih dari itu. YA Benar!!! Karena saya memiliki teman-teman baru yang luar biasa, teman teman baru yang baik kepada saya walau kadang saya sangant menyebalkan, mau tahu siapa aja? ada Indah si gadis entrepreneur puol,,, pinter banget kalau suruh berbisnis, di himaprodi aja dia masuk divisi "kewirausahaan", terus Ika si gadis "opo opo bae" logat lamongannya iku lo gak nahannnn...banget,,, tapi dia teman saya yang masuk kategori manusia paling sabar. Apalagi nanggepin sikap saya yang terkesan cepet termewek mewek dan cepet pula terbahak bahak "GJ" poll.

Ada lagi Nita, gadis kalem asal Kediri yang sering banget tiba tiba sms saya hanya dengan kata "sayang". Uupppsss!!! Jangan salah, kami bukan manusia trans gender kok, dia sudah memiliki "kekasih hati" nan jauh di kota kediri sana, asal muasal mengapa dia sms seperti itu, tidak lain tidak bukan karena dia memang sayang kepada saya, dia perhatian banget kalau saya sedang sakit, baik pokoknya.
Terimakasih ya Indah, ika, nita:) 

Selain mereka ber3 masih banyak lagi kawan baru saya yang juga baik kepada saya.
Untuk Rizal yang cowok meragukan cewek juga bukan, terimakasih ya kawan:)
Untuk Ina, Wiwik, Yeni pakar asmara PBSI A FIB UB, terimakasih atas segala nasihat nasihatnya:)
Untuk Alfan, Amir, kalian pasangan maho yang gokil banget:)
Untuk Guntur, Renda, Ningrum, Faizah, dan Rohmah kalian penyemangat saya supaya prestasi saya terus membaik:)
Untuk semua teman teman saya di PBSI A FIB UB yang belum saya sebutkan thank a lot:)
You ar the Besttttt:)

Selain mereka masih ada lagi lho teman teman saya yang gak kalah baik hatinya,:)
But, i think enough,
Cerita akan berlanjut nanti=)





Jumat, 16 Desember 2011

Kurang dari 4 jam

Hari yang menyenangkan:)

Piknik ke kebun bunga di selekta Batu, ditemani kakak melon bawel yang super duper cerewet, tapi, baik pol orangnya, jauh jauh dari Surabaya datang pagi-pagi ke griya brawijaya untuk menjemput saya. Wahhh... Saya terharu:) Perjalanan pun di mulai, mengendarai mobil taruna berplat L dengan nomor polisi "lupa" akhirnya kami sampai di tempat tujuan, singkat sekali kunjungan kita, sebenarnya tempatnya bagus, tapi kenapa ya penyakit saya kambuh??? (penyakit gak betah berlama lama di tempat rekreasi). Saya lebih suka di dalam mobil sambil melihat pohon pohon di sepanjang jalan yang kami lewati.

Siapa sih kakak melon bawel???
Saya perkenalkan: Berinisial A.K, kami dipertemukan ketika terjadi tragedi Sabtu 3 Desember "Kompetisi Debat Brawijaya seJawa Timur", mahasiswa semester 5 teknik mesin ITS, kurus, cina bukan jawa nggak mungkin, cerewet, sipit, di larang ibuknya makan melon seumur hidup, anemia, apalagi ya? Ooo...iya, sangat suka sekali menggoda saya, sampai sampai dia punya julukan khusus untuk saya:). Selain itu dia juga Asisten Sekretaris Kabinet BEM ITS, Asisten dosen, apalagi ya? banyak pokoknya, hyperaktif poll!!!
Itulah sekilas tentang kakak saya yang super nyebelin:)

Selama perjalanan dia banyak mengucapkan petuah petuah kehidupan kepada saya, dia sangat suka memojokkan saya, memang cerewetnya itu lo kebangetan, tapi ya gimana? Sudah karakter sepertinya:)
"Speakless"

Terimakasih ya kakak melon bawel:)