Senin, 21 Mei 2012

Khoub Khun Kroub VS Xiexie




Ni Hao Gege!!!

Selamat malam untukmu yang nan jauh di sana. Jauh dari pelupuk mataku, tetapi mungkin terasa dekat di salah satu organ perasaku. Bagaimana kabarmu? Masih lelahkah? Atau semakin menyenangkankah?Kalimat pertama yang ingin ku tanyakan padamu. Sedari pagi ingin ku tanyakan, namun lagi-lagi malu membuatku merasa harus mengurungkannya.

Aku beranjak meninggalkan segala kepenatanku. Ku temukan sesuatu di inbox message handphone.ku. Ternyata satu message darimu masih ku simpan dengan apik di jejeran pesan-pesanmu yang lain. Iya itu dari kamu, berbunyi apa tepatnya janganlah itu cukup rahasiaku saja.

Mengingatmu adalah salah satu semangat yang tak bisa ku pungkiri akhir-akhir ini. Seperti malam ini semangatku untuk mencoba menghafalkan lagu indonesia versi mandarin yang menjadi tugas akhir salah satu matakuliahku. Tepat dan pas, itulah saat ingatanku tentangmu ku gunakan untuk menghafalkan lirik di bawah ini.

Xuexi Hanyu MandarinJ

Lirik Sempurna Versi Mandarin.

Wei xiao wen guo ni de lian
Xuan lan xing guang
Wei rao zhe quan shi jie
Wo fa xian ni wei xiao de yan
Hao chun zhen de hua mian

Qing qing de heng zhe yin yue
Kuai le dai ti wo
Pei zhe ni dao yong yuan
Peng zai shou xin de wen nuan
Yao wan zheng de dai zai shen bian

Wo zhi xiang ba
Ni hao hao kan qing chu
Chen mo bu zai yi han
Kan ke mo le tu
Ru guo ni zai zuo you
Xing fu dui le lu

Wei yi de ni shi quan bu
Shang guo de tong yi mo hu
Rang wei lai de di tu wan
Cheng wo men de xing fu
Ai jiu shi wan mei de li wu
Sempurna, Sempurna

Yong suo you ai qing zhu
Bu bian de shi ni
Zhi de wo wei ni ku
Yong gan de zhen xi hui ji nian
Xiang zui qian cheng de zui chu

Wo zhi xiang ba
Ni hao hao kan qing chu
Chen mo bu zai yi han
Kan ke mo le tu
Ru guo ni zai zuo you
Xing fu dui le lu

Wei yi de ni shi quan bu
Shang guo de tong yi mo hu
Rang wei lai de di tu wan
Cheng wo men de xing fu
Ai jiu shi wan mei de li wu
Sempurna, Sempurna

Wo zhi xiang ba
Ni hao hao kan qing chu
Chen mo bu zai yi han
Kan ke mo le tu
Ru guo ni zai zuo you
Xing fu dui le lu

Wei yi de ni shi quan bu
Shang guo de tong yi mo hu
Rang wei lai de di tu wan
Cheng wo men de xing fu
Ai jiu shi wan mei de li wu

Wei yi de ni shi quan bu
Shang guo de tong yi mo hu
Rang wei lai de di tu wan
Cheng wo men de xing fu
Ai jiu shi wan mei de li wu
Jiu shi wan mei de li wu
Sempurna, Sempurna (end)

Khoub Khun Kroub. Satu kalimat yang ingin ku bisikkan di telingamu malam ini.


Dengan Kasih...
Embun Jingga

Minggu, 20 Mei 2012

Bukan Magnet Melainkan Seperti Balqis Dengan Sulaiman

Selamat malam untukmu yang hari ini mungkin merasa lelah karena aktivitasmu yang begitu luar biasa. Menjaga semangat adalah satu dari sekian hal yang aku sukai dari sosokmu. Sosokmu yang akhir-akhir ini mampu menjadi sinar tersendiri saat aku mulai penat dengan segala hal yang bernama rutinitas. Entahlah, jika aku membaca status akun jejaring sosialmu yang cukup menyenangkan, aku seperti mendapat stimulus hormon yang luar biasa. Asupan yang biasanya hanya aku dapatkan dari sosok-sosok hebat di sekelilingku, misal kedua orang tuaku terkasih. Lagi-lagi terimkasih ya.

Tuhan, mayapada begitu lengkap dengannya. Bukan antara bulir-bulir yang saling bersipadu melainkan bulir-bulir yang saling melengkapi, dalam warnanya, dalam coraknya, dan dalam apa yang tak bisa diberikan oleh yang lain, seperti saat kamu bilang, “manusia sepertimu itu hanya menanti diluruskan tulang rusukmu yang bengkok”. Entahlah, semudah ini atau secepat inikah? Aku hanya tahu bahwa aku benar-benar seperti seseorang yang mencari atau menanti dalam keadaan absurd.

Lagi-lagi gunung yang terlihat dari jendela kamarku telah tertutup malam yang penuh gemintang. Gemintang yang mungkin hanya bisa dilihat oleh sosok-sosok sepertiku, sosok yang saat ini seperti memiliki pelita dalam imajinya, entah benar atau salah, malam yang gelap menjadi terang karena ada sebesit pikiranku tentangmu, ada sebesit cerita konyolku saat mengingat sosok keras sepertimu. Apa-apan ini Tuhan, hatiku mulai terkontaminasi!

Sepertinya malam ini memiliki tema yang sama. Masih saja tentang  “seperti mengagumimu” atau bahkan “seperti menyayangimu” atau malah “seperti mencintaimu”. Entahlah, semua itu tak mudah untuk disimpulkan. Takdir Tuhan serasa menahanku untuk tak berpikir demikian, menahanku untuk sedikit demi sedikit menetralisir rasa yang sudah terkontaminasi ini. Walaupun tak mudah, namun tak ada alasan sulit bagi sosok yang tak mudah menyerah sepertiku.

Hei kamu, sepertinya aku memang benar-benar ingin mendengar sapaanmu. Mendengar sapaan logatmu yang membuatku terasa sama, iya, sama-sama. Sama dan sama akhirnya sama, sama dikali sama hasilnya pun sama, kemudian menambahkan langkah sepersekian meter per detik maka kita akan dekat karena memiliki banyak kesamaan. Bukan seperti magnet melainkan seperti Balqis dengan Sulaiman. Hei iya, itu kamuJ

Dengan Kasih...
Embun Jingga

Hei, Itu Siapa?

Pagi ini penuh pesona. Pesona tentangmu yang sepertinya membicarakan tentang sosok lain melalui prosa liris yang sederhana. Terlebih dahulu aku ingin mengucapkan selamat pagi untukmu yang sementara kutinggalkan. Bukan kutinggalkan rasa dan jiwa melainkan hanya raga. Raga kita yang terpisah tidak dalam satu kota. Semoga kamu berkeadaan baik di sana.

Entah bagaimana perasaan ini mampu kugambarkan. Lebih tepatnya kuungkapkan. Benar-benar luar biasa. Antara terkaan dan anganmu yang mungkin tak sama denganku. Siapakah ia? Siapakah sosok yang kamu ceritakan itu? Menjadi terka terhebatku hari ini, mampu membuatku tiba-tiba tersenyum gede rasa  karena ku kira aku, tetapi juga mampu membuatku tiba-tiba merasa menjadi sosok tidak  beruntung karena belum mampu sedikit mengalihkan pandanganmu, mungkin saja itu sosok lain, inikah rasa cemburu?

Aku bercerita tentang reaksiku ketika kamu menulis itu. Cukup hanya satu kalimat tanya, ‘hei, itu siapa?’. Siapakah sosok yang kamu ceritakan itu, beruntung sekali ia. Beruntung karena mampu melampaui langkahku yang masih tertatih untuk mencoba mengenali dirimu, tertatih mencoba memperkenalkan diriku dengan apa adanya aku, tertatih hanya untuk membuatmu menyapaku. Ia benar-benar sosok paling beruntung saat ini, beruntung sangat.

Tuhan, aku cemburu sepertinya. Aku seperti cemburu saat sosok itu diceritakan dalam prosa lirisnya. Aku saja yang berusaha lebih lama untuk sedikit mengalihkan pandangannya belum pernah sekalipun dijadikan sosok seistimewa itu. Ingin rasanya aku meneteskan air dari mata sayuku. Ingin rasanya kamu tidak pernah melakukan itu, menceritakan sosok lain yang kuketahui. Hei apa-apaan ini. #Berperang dengan argumen.


Dengan Kasih...
Embun Jingga